Siang ini, gw gak tau mau berbuat apa, rencana rencana yg bagus yang udah gw rangkai akhir akhir ini seolah gak bisa terpusat di kepala gw, buyar entah kemana.
Gw pernah berfikir untuk tetap melanjutkan project yg lagi gw garap sekarang dengan seprofessional mungkin, tapi fikiran itu ilang, saat gw merasa kesulitan dalam memanage keuangan keluarga, sepertinya gw kurang bersyukur, atau memang gw nggak pernah bersyukur sama Allah..?
Kadang gw suka kepikiran, dan gak percaya.., kok bisa yah, anak kampung dekil kaya gw, masuk ke dunia kantoran..?
kalian bisa bilang bacaan dibawah ini adalah fiktif, novel, atau gak penting, tapi gw cuma mencoba menginventarisir kejadian kejadian di sekitar gw yg penah gw alami..
Gw besar di sebuah daerah kumuh di pusat kota jakarta, meski lokasinya berada di tengah kota, daerah tersebut termasuk daerah kumuh, disana kita akan terbiasa mendegar ocehan ocehan ibu ibu muda yg sedang memaki anak anak mereka dengan kata kata indah, terkadang disertai dengan pukulan penuh amarah.
"Udiiinnn...., kemari gak looo..., ANAK SETTAANN.... (sambil memukul kepala buah hatinya..)"
"Napa ikan bapak lo, lo makan juga..., MONYET NIH ANAK..."
si udin dengan muka tambengnya, biasanya menjawab.. "Yeee.., EMAK.., EMANGNYA UDIN TAU..."
"KLEPAAKKK..", satu pukulan manis mendarat tepat di kepala si udin.., sejurus si udin berlari sambil berteriak " EMAK ANJIINNGG..."
jika kita agak memalingkan muka ke arah berbeda, kita akan melihat sekumpulan bapak bapak yang sedang berkumpul di satu meja, dengan masing masing tangan memegang kartu remi, dengan mulut menjepit rokok, mereka asyik dengan dunia yg sedang mereka nikmati saat itu.
Mas sigit, orang jawa berwatak kikir dengan wajah licik, selalu tersenyum ke setiap orang, berkata ke teman disampingnya.
Mas, jalan dong.., buang yang ntu..(sambil mengangkat alis, ke arah kartu yang dipegang oleh Mas tarum, orang disebelahnya)
Mas Tarum, dengan wajah bijak yg sangat dibuat buat, manggut mangut menanggapi permintaan temannya..,
Rabu, 26 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar